Dear sahabat jasa aqiqah mungkin ada yang bertanya-tanya, apakah anak perempuan perlu di khitan ? Dan bagaimanakah pendapat ulama mengenai hal ini ? Ya, sahabat jasa aqiqah pada kesempatan kali ini kami akan mencoba perihal khitan bagi perempuan dalam perspektif islam. Berikut pemaparannya :

Pendapat Ulama Mengenai ” Apakah Anak Perempuan Perlu Di Khitan ?

Sahabat jasa aqiqah dalam ajaran islam, aqiqah, mencukur rambut, memberi nama yang baik, dan mengkhitan bayi merupakan satu paket meskipun masa khitan ialah sejak bayi lahir sampai sebelum baligh.

Sahabat jasa aqiqah, patut diketahui ulama terbagi dua mengenai hukum khitan bagi perempuan. Ada yang mewajibkannya dan ada yang hanya menyunnahkannya saja. Ulama yang mewajibkannya mengatakan bahwa hukum khitan bagi anak laki-laki dan perempuan sama saja. Kecuali ada dalil yang membedakannya. Sebagaimana sabda rasulullah saw yang berbunyi, dari Ummu Sulaim r.a, Rasulullah bersabda,” Wanita itu saudara kandung laki-laki.” (HR Abu Dawud No 236)

Baca Juga : 2 Pendapat Ulama Tentang Jumlah Hewan Aqiqah Anak perempuan Dan Laki-Laki

Bagaimana dengan yang hanya menyunnahkan ?  Sahabat jasa aqiqah perlu tahu bahwa yang beberapa ulama mengatakan bayi perempuan tidak perlu dikhitan, dipotong atau dikurangi klitorisnya, kecuali jika terdapat kelebihan yang mencolok dan biasanya hal seperti ini hanya dialami oleh satu persen dari jumlah kaum perempuan loh sahabat jasa aqiqah. Sebagian besar ahli fiqih juga mengganggap bahwa memotong seminimal mungkin adalah suatu kehormatan bagi perempuan (makrumah).

Rasulullah saw pernah berpesan kepada seorang juru khitan perempuan, “Jika engkau mengkhitan, kikislah setipis mungkin karena hal itu akan lebih memuaskan kelezatan perempuan dan lebih menyenangkan bagi suami.” (HR Ummu Athiyyah)

Sebagai tambahan juga nih sahabat jasa aqiqah , menurut Majelis Ulama Indonesia, berdasarkan ungkapan Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, K.H Anwar Ibrahim, dalam fatwa bernomor 9A Tahun 2008 tentang khitan, baik bagi laki-laki maupun perempuan, termasuk fitrah (aturan) dan syiar islam. Sementara itu, khitan terhadap perempuan adalah makrumah, pelaksanaanya sebagai salah bentuk ibadah yang dianjurkan dalam islam.

Nah jadi itulah pendapat dari para ulama sahabat jasa aqiqah mengenai  , Apakah Anak Perempuan Perlu Dikhitan ? Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat ! Aaamiin Insya Allah..

Ayah bunda sedang mencari jasa aqiqah terpercaya ? Silahkan hubungi kami (Paket aqiqah / Jasa aqiqah terpercaya , jasa aqiqah Jakarta , jasa aqiqah tangerang )

Hastag : Jasa aqiqah terpercaya , jasa aqiqah Jakarta, jasa aqiqah tangerang ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *