2 Pendapat Ulama Tentang Hukum Menggabung Aqiqah dan Qurban Bolehkah?

Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Pendapat Ulama Tentang Hukum Menggabung Aqiqah dan Qurban

Pandangan Ulama Tentang Hukum Menggabung Aqiqah dan Qurban


Dear sahabat Jasa aqiqah, diantara sahabat mungkin ada yang bertanya-tanya bolehkah didalam islam jika kita menggabungkan antara aqiqah dengan qurban? Misal karena dahulunya kita belum di aqiqahi orang tua tetapi ingin beraqiqah! Penjelasan akan jasa aqiqah terpercaya jabarkan disini yah sahabat.

Bun, Inilah 3 Manfaat Hati Ayam Untuk Si Kecil Loh !


Pendapat Pertama


Qurban tidak boleh digabungkan dengan aqiqah. Pendapat ini adalah pendapat ulama Malikiyah, Syafi’iyah dan salah satu pandangan dari Imam Ahmad. Alasan dari pendapat pertama dikarenakan aqiqah dan qurban memiliki sebab dan maksud tersendiri yang mana tidak bisa menggantikannya satu dan lainnya. Aqiqah di laksanakan dalam rangka mensyukuri nikmat keturunan yang telah Allah berikan kepada kita, sedangkan qurban mensyukuri nikmat hidup serta di laksanakan pada hari Idul Adha
“ Jika ada orang berniat melakukan aqiqah dan kurban (secara bersamaan) tidak berbuah pahala kecuali hanya salah satunya saja menurut Imam Ibnu Hajar (Al Haitami). “ [Darul Fikr], h:127).

Pendapat Kedua


Penggabungan qurban dan aqiqah itu dibolehkan. Menurut pandangan ini, boleh melakukan qurban sekaligus dengan niat ‘aqiqah atau sebaliknya. Di antara ulama yang membolehkan penggabungan qurban dengan aqiqah asalnya dari pendapat dari Imam Ahmad, pendapat ulama Hanafiyah, pendapat Al Hasan Al Bashri, Muhammad bin Sirin dan Qotadah.


Hasan Bashri mengatakan

“Jika seorang anak ingin disyukuri dengan qurban, maka qurban tersebut bisa digabung dengan ‘aqiqah.”


Hisyam dan Ibnu Sirin mengatakan

“Tetap terhitung sah jika qurban digabungkan dengan ‘aqiqah.”

4 Pendapat Ulama Mengenai Hukum Aqiqah Diri Sendiri (Baca Ini Juga)


Kemudian mengacu pada kutipan Al Hafidz Ibnu Hajar al-‘Asqalani dari para tabi’in dalam Fathul Bari berikut ini, jelas bahwa orang yang belum di aqiqah oleh orang tuanya, kemudian ia menjalankan ibadah Qurban, maka kurbannya itu saja sudah cukup baginya tanpa perlu juga beraqiqah.
Kesimpulannya, terdapat perbedaan di antara para ulama ada yang tidak memperbolehkanya tetapi ada yang juga membolehkannya seperti Ibnu Hajar asqalani, Jika ingin mengikuti pandangan ibnu hajar asqalani apabila penyembelihan bertepatan waktu kurban maka cukup diniatkan kurban saja. Ini akan mencukupi tuntutan sunnah aqiqah pada sahabat.
Sumber artikel : Hukum Satu Hewan Untuk Kurban dan Aqiqah Sekaligus
Bolehkah Satu Sembelihan untuk Qurban dan Aqiqah?

Husein Syarif

Husein Syarif

Leave a Replay

Promo Menarik Jasa aqiqah Dapatkan segera!

Terdapat promo khusus setiap pemesanan paket aqiqah 

artikel jasa aqiqah

Kantor Pusat

Jalan Ciledug Raya Nomor 3 H Sebelah Gateway Apartment Kelurahan Kecamatan Pesanggrahan, RT.4/RW.3, Petukangan Sel., Kec. Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12270

Jam Buka Service Office

Buka Setiap Hari
Jam Buka   : 07.00 WIB
Jam Tutup : 21.00  WIB

© 2021 JasaAqiqah Incorporated. All rights reserved

Privacy Policy      Terms and Conditions          Disclaimer        Contact Us

test food jasa aqiqah

Khusus untuk ayah bunda yang akan melaksanakan aqiqah, kami memberikan test food gratis agar ayah bunda yakin untuk memberikan yang terbaik

Isi Form Data

×